Monday, April 29, 2013

XXIX

Senin, 4 Juli 2011

Masih teringat dengan jelas ketika aku mengenakan seragam putih abu-abu di dalam sebuah ruangan dengan siswa yang se-angkatan denganku berjumlah 28 orang. Ku lirik ke kanan dan kiri, sebagian dari mereka ku kenal baik, sebagian lagi terlihat asing di pelupuk mataku. Oh, jadi mereka ini yang akan bergelut di satu organisasi denganku nanti? Bagaimana caranya menyatu dengan mereka? Itulah yang tersirat dalam pikiranku saat itu, betapa sulitnya (harus) beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru.
Memasuki hari terakhir, kami semua berpelukan dalam tangis. Lima hari empat malam, waktu yang cukup singkat untuk menyatukan 28 orang asing yang pada mulanya tidak saling mengenal. Tawa, tangis, susah, senang, bersama-sama dilalui hingga kami dinyatakan ‘LULUS’ dari pengkaderan itu. Dari sinilah, ‘semangat baru’ itu menyala. Dari sinilah, lahir sebuah keluarga sederhana yang selalu bahagia. Dari sinilah, rumah kecil berukuran tiga kali empat meter itu selalu riuh akan tawa. Dari sini pulalah, cerita tentang kami dimulai. We are always together…

Senin, 21 November 2011

Akhirnya, kami dilantik sebagai pengurus harian periode baru, 2011-2012. Dengan mengenakan seragam putih abu-abu pada barisan khusus di lapangan upacara, nampak 15 orang perempuan terlihat cantik dan 13 orang laki-laki yang gagah. Dipandu oleh seorang protokol, satu persatu dari kami maju ke atas podium dan menyalami kepala sekolah. Semenjak hari itu, rumah kecil nan mungil yang berada pada sisi belakang sekolah resmi milik kami. Tiap hari, baik ketika jam istirahat maupun pulang sekolah, rumah ini selalu saja ramai. Walau sangat sederhana, namun kenyamanannya selalu terjaga. Suatu hari, kami merenovasi rumah kecil ini dan ketika selesai, betapa bahagia dan senangnya kami. Rumah kami makin cantik.
Waktu demi waktu berlalu, roda terus berputar menyusuri aspal. Terkadang batu-batu kecil menghentikan langkah kaki kami, membuat kami tersandung, kesakitan, namun hal yang terpenting adalah bangkit dan terus berjalan. Begitu pula alur cerita yang kami tempuh, tak selamanya tawa yang terlihat. Duka, sedih, tangis pun acapkali kami rasakan. Tapi selalu saja ada yang menghibur, memberikan motivasi dan semangat untuk bangun dari kesedihan-kesedihan itu sehingga yang lebih mendominasi kehidupan kami adalah hal-hal yang positif.
“Kita ini ibarat tubuh seorang manusia. Jika satu saja anggota tubuh yang hilang atau rusak, kita akan cacat.” Aku beruntung, sangat beruntung telah menjadi bagian dalam keluarga ini.

Senin, 25 Juni 2012

“Waktu kita tidak akan lama lagi, tinggal menghitung bulan.”
Ah, rasanya cepat sekali waktu berlalu. Baru saja setahun yang lalu kami berada pada bangku-bangku yang mereka tempati, kini kami akan melahirkan kader-kader baru. Ya, merekalah yang kelak akan menggantikan posisi kami. Mereka yang akan memegang tongkat estafet kepengurusan selanjutnya. Jikalau bisa, ingin rasanya aku kembali pada masa itu, bertemu dengan 28 orang asing, dididik dan dibina bersama-sama. Aku rindu momen itu.
Suatu malam, kami duduk membentuk lingkaran. Sebuah botol diputar di tengah-tengah kami searah jarum jam. Satu persatu dari kami yang mengenai ujung botol itu akan diberikan berbagai pertanyaan dan harus dijawab dengan jujur. Salah seorang dari kami memberikan sebuah nasihat yang hingga saat ini belum terlupakan olehku,
“Coba lihat ini,” ia menghadapkan kedua telapak tangannya dengan sejajar, lalu membengkokkan kedua jari tengahnya dan menghimpitnya satu sama lain sehingga ibu jari, telunjuk, jari manis dan jari kelingking saling bertemu ujungnya yang kanan dan kiri. “Jari tengah ini anggap saja orang yang sedang bertunangan. Jari manis, anggap orang yang telah menikah. Ibu jari, jari telunjuk, dan jari kelingking anggap orang yang sedang berpacaran. Coba kalian pisahkan si jari manis, bisa?”
Kami mencobanya. Sulit, namun bisa.
“Sekarang, coba pisahkan ibu jari, jari telunjuk, dan jari kelingking. Bisa?”
Tentu saja, dengan mudah kami melakukannya dibanding pada jari manis tadi.
“Yang jari tengah tidak usah dipedulikan.” Lanjutnya. “Kalian tahu apa kesimpulannya?”
Kami menggeleng.
“Si jari manis, walau sulit untuk dipisahkan, namun bisa. Sedangkan si ibu jari, jari telunjuk, dan jari kelingking tadi dengan mudahnya dipisahkan. Artinya, mereka yang telah diikat tali pernikahan saja masih bisa berpisah, apalagi mereka yang hanya berpacaran. Gampang sekali untuk dipisahkan.”
Kami mengangguk mengerti, lalu mengulangnya berkali-kali. Nasihat yang pas untuk teman kami yang sedang dilanda galau pada malam itu.

Jumat, 28 September 2012

“Mari berdoa bersama-sama, agar laporan pertanggung jawaban kita hari ini dapat berjalan dengan lancar.”
Kami berdiri membentuk sebuah lingkaran besar dengan kepala tertunduk. Setelah selesai, kami saling merangkul satu persatu, beberapa diantara kami menitikkan air mata. Sedih karena pada hari ini kepengurusan kami akan berakhir, senang karena program kerja yang dilaksanakan selama satu tahun ini berjalan dengan baik.
“Apakah kita akan terus bersama-sama?”
“Tentu saja. We are always together.”
“Tapi sebentar lagi, kita tidak akan tinggal di rumah ini. Tak ada lagi yang tinggal sampai malam, tak ada lagi yang permainan-permainan konyol yang dilakukan, tak ada lagi yang selalu melawak hingga perut kami benar-benar terkocok, tak ada lagi yang bernyanyi untuk menghibur kami, tak ada lagi cerita yang akan kami dengarkan, tak ada lagi…”
Ah, mengapa waktu cepat sekali berlalu? Padahal aku belum puas menikmati masa-masaku bersama mereka. Mengapa satu tahun terasa begitu cepat? Apakah setelah ini, kami masih akan terus bersama-sama? Apakah… Mengapa… Bagaimana…

Beberapa bulan kemudian…
Kami masih terus bersama-sama. Suatu hari, kami berkumpul di rumah salah seorang dari kami seusai ujian akhir semester satu. Malam kami habiskan dengan canda dan tawa riang yang menggema di udara. Suasana seperti ini yang sangat aku rindukan, sekarang… Waktu terus bergulir, mengalir layaknya air sungai. Tapi, ke mana arus akan membawa kita? Di mana muara itu?
Kawan, aku tidak pernah peduli dengan apa yang orang-orang katakan tentang kita. Yang aku tahu, kita adalah satu. Yang aku rasakan, kita adalah keluarga. Aku tahu, kalian juga menyimpan perasaan itu. Perasaan rindu yang menusuk akan kebersamaan kita, perasaan untuk ingin mengulang apa yang telah kita lalui bersama-sama. We are always together.
Kawan, cobalah kalian tengok di saat wajah kita masih terlihat baru oleh teman-teman yang lain, lalu pindahkan ingatan kalian kepada saat di mana wajah-wajah itu mulai akrab pada pandangan kalian. Hal-hal yang telah kita lalui bersama-sama, susah, senang, sedih, tawa, canda, tangis, suka maupun duka. Kalian akan membiarkan momen indah itu lewat begitu saja? Lusuh? Tak terawat? Terlupakan? Lalu apalah arti kebersamaan yang telah kita lalui selama ini? Aku sangat tidak ingin hal itu hanya sebuah ilusi belaka yang hanya terbayang dalam imajinasi. We are always together.
Kawan, di mana pun kalian nanti, siapa pun teman kalian nanti, aku hanya ingin kalian tahu satu hal, bahwa aku, sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa karena aku telah mengenal, bersama, dan menjadi bagian dari kalian. Kita tak akan pernah terpisahkan, kita adalah keluarga, kita adalah satu tubuh. We are always together.
Kawan, ingatlah rumah kecil kita. Ruangan yang amat sangat sederhana, namun penuh akan kenangan dan cerita indah tentang kita. Biarlah sisi-sisi temboknya menjadi saksi bisu akan kebersamaan kita dahulu. We are always together.
Kawan, apakah kalian juga merasakan hal yang sama dengan sepertiku? Sepi, sunyi, dan hampa. Aku rindu kalian. Aku rindu menghabiskan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan hari demi hari bersama kalian. We are always together.
Kawan, kalian telah melukis warna warni di atas kanvas hidupku selama aku mengenakan seragam putih abu-abuku. Terima kasih ku haturkan kepada kalian, keluarga kecilku.
Kawan, kita always together, kan? Walau nanti kita terpisahkan oleh jarak, aku yakin, ikatan tali persaudaraan yang pernah terjalin itu tak akan putus.
Kawan, kita always together, kan? Katakan ‘Ya’, agar ku rangkul dirimu semua sebagai tanda bahwa kita akan selalu bersama-sama. Katakan ‘Ya’, agar airmata yang ku teteskan bukanlah sebuah ratapan kesedihan. Katakan ‘Ya’, agar kita akan tetap selalu bergandengan tangan.
Kawan, kita always together, kan?
Yes, we are always together, my lovely twenty nine


Monday, April 15, 2013

XII IPS 2

Ini tentang sebuah kelas yang berpenghuni oleh orang-orang autis, aneh, konyol, tapi menyenangkan. Banyak cerita di dalamnya selama kurang lebih satu tahun bersama-sama. XII IPS 2 SMUNEL, berikut di bawah ini adalah penghuni-penghuninya. (pssst, maaf ya tidak sesuai absen, saya tidak hafal :D)
1. Rahmat Andika
Anaknya baik, pendiam, pintar, dan penyuka novel. Diantara kami semua, dialah yang paling jauh rumahnya dari sekolah :P saking jauhnya, ke sekolah tidak pernah bawa tas, hanya buku, dan tidak pernah terlambat maupun bolos :P
2. Adiatma Rizky Prasha
Cowok paling cucok, mirip Bruno Mars :P sangat tidak menyukai laba-laba, masa filmnya Spiderman dibilang film horror :’( ini anak juga agak aneh kalau ketawa, suka di rem, terus dilanjut lagi-_-
3. Ahmad Maulana
Ini dia jagonya musik, paling mahir main gitar, bahasa inggris, dan debat. Ups, sempat sih terjebak cinta lokasi sama si ehmmm :P Takut sama suara tutup minyak kayu putih, sama seperti Wiwi :P
4. Muh. Fachri Risal
:’( Orangnya agak autis, pacarnya si Kiki. Berbagai lagu ciptaannya: “Apanah we” dan “I Feel Good’. Paling sering kasih kaget orang-_-
5. Muh. Raihan Al-Biruni
Entah kenapa, dia dipanggil H. Muhidin :D kayaknya ini cowok paling rajin kerja tugas di kelas, sampai dijuluki sama anak-anaknya cowoknya “si rangking 3” :P
6. A. M. Ihyan
Orangnya baik, slow, agak pintar Bahasa Inggris juga. Teman duduk sama H. Muhidin :P
7. A. Fitrahdiansyah
Gusep :’( orangnya baik, tapi agak ngeselin dikit-_- tidak pernah marah, dan apapun yang dia lakukan selalu tertawa :D ups, waspada barang-barang anda ketika pelajaran Seni Budaya. Kalau Gusep sudah berkeliaran, kemungkinan besar alat tulis menulis anda akan lenyap dalam sekejap :P
8. Syaiful Akbar
Sang fotografer. Penampilannya ke sekolah seperti seorang manager perusahaan besar. Kalau ngomong kadang logat :P
9. Muh. Rifqi Zulfikar
Paling pendiam, rajin, dan pintar. Kadang suka main game di kelas. Anaknya baik dan slow.
10. Satria Dwi Cahya
:’( Manusia ter-alay dan ter-lebay di dunia :’( ketua kelas yang suram :’( hobbi-nya mendengarkan musik galau, kemudian menyanyikannya :’( oh my God :’( suaranya lebih seram daripada petir :’( kasihan sekali Rifqi yang duduk sama Satria :’(
11. Zaldy Akbar
:’( Manusia ini juga agak autis :’( Takut sama balsem-_- Zaldi, Paccul, Agung, dan Ahmad punya bisnis tersendiri, namanya OSM (Our Shop Makassar). Mereka menjual binatang hamster :D
12. Muh. Fadzlurrahman K.
Astaghfirullah :’( Ini adalah manusia ter-autis :’( Hobbinya menindas setiap umat XII IPS 2, terkhusus Widya dan Indah. Lebih sering dipanggil “Pesek” daripada “Paccul”. Sama seperti Eky, takut minyak kayu putih-_-
13. Ahmad Muhammad
Orangnya baik, slow, tegas, dan pencinta alam. Hobbinya mendaki gunung. Walaupun jarang masuk sekolah dan sering terlambat, tapi Ahmad ini orangnya cerdas. Ups, kalau bicara tidak pernah melihat :P lebih sering dipanggil “Cina” daripada namanya sendiri :P
14. Anak Agung Irfan
Anak baru di kelas, tapi cepat akrab dengan kami. Agung ini, manusia paling besar di XII IPS 2 :P Kadang suka dijadiin Spring Bed/Sofa sama cowok-cowoknya di kelas :P
15. Hardiyanti Pertiwi
My chairmate^^ Orangnya baik, penyuka basket, dan penggemar jauhnya Kak ehmmm :P paling pintar Bahasa Jepang di kelas. Hobbi-nya mencari wifi di manapun dia berada :P Takut sama suara tutup minyak kayu putih, sama seperti Maulana :P
16. Selvy Annesa Putri
Apa yah? :P
17. Indah Iriani
Manusia terkecil di XII IPS 2, bahkan di Smunel :P hobbi-nya sama dengan Wiwi, yakni mencari jaringan wifi. Suka baca novel juga. Orangnya cerewet, baik, dan periang. Paling pintar matematika. Kalau berteriak, kadang bisa mengalahkan suara speaker yang ada di kelas :P
18. Rezky Aditya
Cewek ganteng yang bermental cowok :P orangnya baik, slow, suka sekali sembunyikan barangnya orang dan main super trap -_- dan kadang suka tegang :P Paling takut sama minyak kayu putih dan durian-_-
19. Rahayu Rizky Razak
Orangnya baik, jago basket dan berbagai olahraga lainnya. Teman duduk sama si Uni :D
20. Sri Wahyuni
Anak baru juga, tapi lebih duluan dari Agung. Orangnya baik dan lucu, karena kalau bicara kadang suka logat :P
21. Risky Dwiyanti
:’( Anaknya agak sedikit aneh dan autis. Pacarnya Fahri. Kadang suka menyanyi di kelas :P oh iya, anak ini punya satu keanehan tersendiri. Takut sama balon  Kiki juga partner dalam bertutorial hijab B-)
22. A. Helsa Adilah
Anaknya baik, slow, agak sedikit aneh dan autis juga :P Kalau bicara cepat sekali :P upsss, Helsa ini calon turis Inggris :P
23. Herlina Husain
=D Partner dalam tutorial hijab juga B-) kalau ketawa, muhammadarrasulullah rasanya kelas seperti mau pecah =D apalagi kalau dikolaborasikan dengan Adiatma dan Ayu =D upssss, Herlina ini guru mengaji :P
24. Widya Wiratama
Ibunya XII IPS 2 :P Anaknya baik, entah dosa apa dia selalu ditindas oleh Paccul dan Adiatma :’( Orangnya perasa banget. Partner dalam membawa bekal ke sekolah bersama Indah dan Wiwi^^
25. Faeka Angryani
Toeng neo neo :P kayaknya cowok-cowok di kelas takut sama Anggi :P tapi anaknya baik dan lucu =D Paling sering ganggu rifqi :P dan Ipul apalagi kalau lagi menelfon =D
26. Aisyah Aulya Shabir
Upssss, pernah terjerat cinta lokasi sama Maulana :P anaknya baik, santai, dan pintar Bhs. Inggris :D
27. Sri Ayu Suhartina
Cucok rempong cyin~ :P kalau ketawa seperti parut kelapa yang tidak bisa berhenti =D anaknya baik dan cerewet, upsss Ayu ini salah satu murid mengajinya Herlina :P
28. Treasi Natalia Rapar
Anaknya baik, slow, teman duduknya Ayu. Pintar pelajaran Bhs. Indonesia juga. Suaranya lumayan bagus, cocok jadi penyanyi :D
29. Yeni Amaliah
:’( Entah dosa apa, anak ini selalu ditindas di kelas :’( Di antara kita semua, Yeni-lah yang paling tua. Anak ini selalu menjadi bulan-bulanan anak cowoknya untuk dikerjai setiap saat dan setiap waktu. Pray for Yeni :’(
30. Vivit Aprilia
Anaknya baik, agak autis, dan mempunyai suara yang bagus. Pokoknya kalau Vivit sudah menyanyi, semua orang harus diam untuk mendengarkan suara merdunya :P hobbi-nya membaca dan meminjam novel dari perpustakaan. Partner sejatinya si Indah :P
31. Reza Zairah Nur Putri Alwiwikh
Anaknya baik, dan tentu saja paling cantik di kelas ini. Iyalah, dia kan model :P kadang kalau jam olahraga dan sudah gilirannya, anak cowok-cowok di kelas sering menyorakinya :P kalau main super trap, Eca paling tidak berani diganggu :P paling sering terlambat dan menjadi bulan-bulanan wali kelas, bersaing dengan Vivit dan Wiwi :P
Well, itulah tadi sekilas info mengenai rekan-rekan XII IPS 2. Want to know more about us? Follow on Twitter @XIIsoc2_smunel  Teman-teman, demikianlah yang bisa saya post. Kurang lebihnya dimaafin yah :P kita kan udah mau pisah, jadi harus saling memaafkan^^

Monday, February 25, 2013

Coretan Anak Kecil

Sudah hampir lama rasanya tanganku tidak menari di atas keyboard, membentuk suatu deret kalimat yang isinya coretan hati belaka, sangat tidak penting namun sesungguhnya meredam setiap emosi yang menyala. Dan kini, aku kembali punya kesempatan itu.
Waktu demi waktu bergulir. Mengalir terus, bagai arus sungai yang terus menghantam batu-batuan. Telah hampir satu tahun. Namun mengapa kian lama kian membara perasaan yang ada di dalam hati ini tetapi wajah seakan-akan tertutupi oleh tembok raksasa?
Semakin dekat jarak antara kita, semakin jauh aku menggapainya. Mengapa waktu kita selalu salah?
Aku masih tidak mengerti. Ini bukanlah suatu kesengajaan, ini sama sekali di luar kendala. Mengapa selalu ada hambatan? Padahal setiap hari aku menunggu saat itu, siang malam ku hitung waktu. Apakah hanya sekadar tantangan belaka? Atau sebuah petunjuk yang pada akhirnya menyayat hati?
Tapi aku belum bosan. Aku masih ingin menikmati indahnya menunggu detik-detik pertemuan itu. Aku masih menyimpan sebuah harapan di dalam kotak hati kecilku. Setidaknya, kita masih menghirup nafas yang sama, menatap langit yang sama, dan berpijak di tanah yang sama pula.

Monday, November 26, 2012

Sebuah Tekad

"Ketika kau berada di bawah, kau akan mengetahui SIAPA TEMANMU."

Kalimat yang cukup simpel, namun luar biasa efeknya! Begitu menusuk hingga ke tulang-tulang. Lebih tajam dari salju di musim dingin, lebih menyala dari matahari di musim panas. Dahsyat dan nyaris merubuhkan mental! Ah, kalau saja tidak mengingat tujuan awalku melakukan semua ini, akan ku hentikan perjalananku. Kalau saja tidak mengingat untuk siapa aku seperti ini, akan ku cabut "gelar"ku. Memang benar, Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya diluar kemampuannya.
"Kau harus bisa membedakan mana yang disebut 'Sahabat', 'Teman Baik', dan 'Teman-temanan'. Semuanya akan diuji saat kau berada dalam masalah." perkataan seseorang yang sudah ku anggap sebagai kakakku itu masih mengiang-ngiang. Dan sekarang aku bisa memberikan nilai.

"Ketika kau berada di atas, temanmu akan mengetahui SIAPA KAU."

Aku tidak menyimpan dendam. Aku tidak akan membalasnya dengan kejahatan yang lebih kejam. Tidak. Sama sekali tidak. Aku hanya mengumpulkan penghinaan-penghinaan itu untuk ku tukarkan dengan kesuksesanku suatu saat nanti. Dan pada kemudian hari, aku akan tertawa seperti yang mereka lakukan padaku saat ini.

Friday, November 9, 2012

Rindu

Beribu-ribu kilometer dari tempatmu berpijak, ada seorang wanita yang sedang tidur dalam pembaringannya. Dia bermimpi dalam taman bunga yang penuh dengan wewangian, dengan seorang lelaki yang sangat ingin ditemuinya. Tidak lain dan tidak bukan, lelaki itu adalah kau, yang masih berpijak dalam pulau hatinya dengan beralaskan sajak-sajak cinta yang selalu ia jaga nyala apinya agar bara asmaranya tak pernah padam. Betapa wanita itu mengharapkan kedatangan sang lelaki ke kota kelahirannya, secepat angin yang berhembus di kala musim hujan. Ia nyaris tak mampu lagi menahan gejolak dari dalam hatinya untuk melihat mata tajam yang mampu meluluhkan perasaan perempuan manapun yang terkena akan hipnotisnya itu. Dan ia termasuk dalam golongan perempuan tersebut.
Ia terus, selalu, dan tak pernah berhenti berharap bisa menemuinya lagi setelah sekian bulan laut menjadi jembatan antara keduanya...

Monday, September 10, 2012

Dia dan dia

Dia melanjutkan kuliahnya di sana, beribu-ribu mil dari tempatku sekarang berdiri. April 2012, terakhir ku lihat wajahnya, saat ia datang dan menemui seseorang di sini. Setelah itu dia pergi, tak ada kabar karena memang kita tak saling akrab. Kemudian perasaan itu hilang, aku masih berada di zona nyaman...
Juni 2012 lalu. Dia datang. Sama sekali tak pernah ku duga sebelumnya bahwa dia ada di sini. Wajahnya masih tetap sama, manis namun dingin. Sepertinya dia menyimpan sejuta rahasia tentang dirinya yang tak ingin diketahui. Rambutnya tumbuh menjadi lebih gondrong dari sebelumnya, tubuhnya makin tinggi. Gayanya yang khas dengan melipat kedua tangannya di dadanya, serta sorot matanya yang selalu tajam. Dia benar-benar istimewa.
Kekagumanku tidak sampai di situ. Wawasannya yang luas, pribadinya yang ramah dan humoris membuatku memendam perasaan padanya sejak aku masih duduk di kelas 1 SMA. Ketika dia lulus dan melanjutkan studinya ke luar kota, kami tak pernah lagi bertemu, hanya berkomunikasi di jejaring sosial. Itupun hanya bisa dihitung jari. Dan pada saat itu, dia datang untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang alumni. Setelah dua tahun tak melihat sosoknya, perasaan itu kembali mencuat dari dalam diriku. Ada getaran yang tak mampu ku bendung saat ku tatap matanya, lidah menjadi kaku menyimpan berjuta kata yang tak sempat terucapkan. Empat hari tiga malam yang tak akan pernah terlupakan :')
Aku melewati hari-hariku dengan riang setelah kegiatan itu. Aku mulai mencari, menelusuri tiap-tiap sudut yang memuat tentang dirinya. Hingga aku menemukan segalanya, aku mencoba untuk kembali dekat. Dia masih mengenalku :')
Semakin bergulirnya hari, semakin tumbuh perasaan yang aneh ini. Aku tak tau apakah ini hanya obsesi atau sekadar suka, atau perasaan ingin memiliki, atau benar-benar jatuh cinta. Aku sendiri tak mengerti...
Aku patah hati ketika mengetahui bahwa dia mencintai orang lain, orang yang hanya menyianyiakan cinta tulusnya. Namun aku lebih sedih ketika mendengar kabar bahwa dia sangat tersakiti akan hal tersebut dan mengkahiri hubungannya...
Aku memupuk harapan yang banyak kala itu. Ingin sekali aku bertanya, "Bisakah aku menghapus airmatamu?" Ingin sekali aku meminta, "Maukah kau memberiku kesempatan untuk melakukannya?" Namun apa dayaku, aku hanyalah seorang wanita yang lemah tak berdaya, aku tidak memiliki kekuatan seperti itu.
Aku selalu diam. Aku tak berani. Dan dia orang yang harus kuhormati. Aku hanya "junior". Aku tidak ada apa-apanya.
Aku hanya bisa melihatnya dari jauh, mengaguminya dalam diam, mencintainya dengan keadaan hati yang teriris. Sekali lagi, aku tidak ada apa-apanya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Aku menyimpan sendiri airmataku, mengubur rasa sakit yang tiap saat menggilas hatiku. Dulu dia pernah berpesan ketika kami bercengkerama bersama, "Jangan jadi pecundang." Namun aku tak bisa mentaati pesan itu. Aku bukan perempuan yang dia inginkan.
Perasaanku tergores lebih dalam ketika mengetahui bahwa dia telah menemukan seseorang yang tepat baginya. Dia bahagia sekarang. Aku juga turut merasakan kebahagiaan itu karena dia sudah tidak sesuram dahulu. Namun aku tak bisa menutup perasaanku, aku benar-benar patah hati.
Dan pada malam ku tulis cerita ini, aku menitikkan airmata. Sudah beberapa bulan lamanya aku tak pernah menangis untuk sesuatu hal yang lazim disebut cinta, hari ini aku kembali melakukannya. Aku berada pada zona tak nyaman dan aku ingin sekali keluar dari sini.
Keadaanku kini belum pulih seutuhnya. Aku butuh waktu...untuk menetralkan kembali perasaanku.

Wednesday, July 11, 2012

:)

Bahagia itu ketika berhasil memotivasi seseorang, apalagi banyak orang :)
Suatu kepuasan tersendiri ketika menolong perasaan banyak orang. Pokoknya, rasanya memang betul-betul luar biasa! :)
Btw, ini cerita saya. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian :) http://www.infosnmptn.web.id/2012/07/jangan-malu-masuk-ips.html